Rabu, 15 November 2017

Sejarah Debus Banten


Sejarah Debus Banten
Sejarah Debus Banten. Menurut para peneliti kata debus berasal dari bahasa arab yang memiliki makna alat penusuk atau jarum sebab kesenian itu ditandai dengan adanya senjata tajam yang ditikam ke tubuh namun tidak terluka ataupun tembus. 

Namun ada juga yang mengemukakan bahwa debus berasal dari bahasa sunda yang berarti “tembus” karena terdapat berbagai benda tajam yang dapat menembus ke dalam tubuh namun tidak mengalami luka. 

Ada orang yang beranggapan bahwa debus merupakan trik sulap yang dilakukan karena terdapat berbagai aksi tusuk benda tajam ke dalam tubuh.

Debus adalah kesenian dari khas Banten yang merupakan pencak silat dengan ilmu kekebalan tubuh sebagai upaya untuk mempertahankan diri. 

Awal mulanya debus berkembang di Banten pada tahun 1500 Masehi yang digunakan untuk menyebarkan ajaran agama Islam oleh Sultan Maulana Hasanudin. 

Namun terdapat pendapat lain bahwa debus pada tahun 1600 Masehi digunakan untuk membangkitkan semangat pejuang pada masa penjajahan Belanda. 

Kesenian debus biasanya berfokus pada bidang kekebalan karena kekebalan identik dengan bela diri oleh karena itu debus sangat digemari oleh masyarakat dan juga bermanfaat bagi agama. 

Kesenian debus merupakan kesenian yang bersifat Religius karena adanya doa-doa ayat suci Al-Quran yang dilafalkan ketika mempertunjukkan kesenian ini. Sehingga dapat memberi pelajaran pada muridnya untuk membaca Al-Quran melalui kesenian debus tersebut. 

Kesenian Debus Al- Madad
Lokasi 
Pusat pembelajaran seni bela diri debus almadat berlokasi di Desa Rujut, Kecamatan Karang Tunggal, Kabupaten Pandeglang, Banten. Debus Al-Madad saat ini dikembangkan oleh Ki Agus Ju yang merupakan salah satu keturunan Sultan Hasanudin.  

Biaya
Untuk biaya transportasi ke Pandeglang Banten Anda dapat menaiki bus angkutan umum tergantung asal Anda. Harga dimulai dari Rp 17.000 untuk naik dari wilayah Tanjung Priuk, Pulo Gadung  sampai Rp 75.000  untuk naik dari wilayah Bandung atau Anda bisa memesan Travel dengan biaya Rp !50.000 sampai Rp 200.000 pulang pergi perjalanan untuk wilayah Bandung Jakarta dan sekitarnya.

Rute
Jika Anda menggunakan  kendaraan pribadi tentunya Anda dapat mengambil jalan Tol Jakarta-Tangerang. Untuk Anda yang berada di wilayah timur Pulau Jawa Anda dapat mengambil rute Jln. Pantura lalu memasuki Tol Cikampek untuk mencapai Tol Jakarta-Tangerang. Setelah keluar dari Tol Tangerang Anda menuju Jln. A Yani lalu ke Jln. Raya Labuan dan Anda mencapai Kabupaten Pandeglang.

Lihat juga: Wisata Kampung Suku Baduy Banten

Sekarang debus banten sering sekali dipertontonkan  di berbagai wilayah di Provinsi Banten, seperti Serang, Pandeglang, Lebak, dan Tangerang. Jika Anda ingin menyaksikan pertunjukan debus tentunya Anda bisa mengunjungi salah satu daerah tersebut ketika Anda berlibur dengan keluarga Anda.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Baca Juga : Sejarah Debus Banten



Tentang - Iklan - Kebijakan | Copyright © BantenWisata.com